This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Kamis, 17 Juni 2010

Mengapa Begini, Mengapa Begitu?


Satu hari, seorang rekan saya bercerita tentang pengalamannya saat di kelas. Ketika itu ia sedang di kelas dan seorang siswanya bertanya "Pak, kenapa anjing dan kucing bermusuhan?" Ia merasa bingung bagaimana menjawab pertanyaan itu. Karena pada dasarnya dia sendiri tidak tau jawabannya. Tapi anak2 merasa bahwa sang guru segala tahu banyak hal. Jadi, anak2 memaksa sang guru untuk menjawab.Sang gurupun mulai bercerita: "Pada zaman dahulu kala, ketika manusia belum banyak di bumi ini dan bumi masih berupa hutan belantara yang dihuni oleh berbagai macam hewan. Mulai dari yang berbadan besar, hingga yang kecil. Ketika itu hutan2 yang ada dikuasai oleh raja hutan yang bernama "SINGA". Singa menjadi penguasa karena ia gagah dan kuat. Sehingga tidak ada yang berani melawannya. Pada suatu hari, Sang raja hutan mengumpulkan semua penghuni hutan untuk melakukan musyawarah berkaitan dengan makin banyaknya pemburu liar yang memasuki hutan. Ini membuat resah. Maka semua hewan berkumpul menghadiri undangan raja hutan. Sebelum memulai rapat, singa mengabsen seluruh penghuni hutan satu persatu. "Gajah!" "Hadir!". "Jerapah!". "Ada, Paduka raja!". "Beruang!". "Siap, Tuan!". "Ular!". "Aku di sini..." dan yang terakhir "Kuda!"..."Kuda"..."Kuda"... Singa berseru memanggil Kuda. tetapi tidak ada yang menjawab. Sang singa bertanya "Kemana Kuda?" Seluruh hewan saling berpandangan sambil mencari tahu dimana kuda berada. "Tidak hadir tuan!" seru para hewan.
Sang singa berseru "aku tidak akan memulai rapat sebelum kuda hadir di sini!". "Siapa diantara kalian yang sanggup mencari dimana kuda berada?". Tiba-tiba dari kerumunan hewan muncullah seekor anjing. "Saya siap tuan raja!" seru anjing mantap. "baik, pergilah kau!". "Maaf, paduka tapi saya belum pernah bertemu dengan kuda. jadi saya tidak tahu bagaimana rupanya". "Hahahaha..." Sang singa tertawa sambil berkata "Kuda itu kakinya 4, mempunyai bentuk tubuh yang lempai, dan berekor. Paham?" "siap paduka" seru anjing. Maka pergilah sang anjing mencari kuda. Di tengah hutan ia bertemu seekor hewan yang sedang tidur. Ia melihat, hewan tersebut berkaki empat,dan berekor. Sehingga ia merasa bahwa itulah kuda. Kemudian sang anjing mendekati hewan tersebut dan membangunkannya. Hewan tersebut terbangun. Dan anjing semakin yakin bahwa hewan itu adalah kuda, karena melihat badan hewan tersebut yang lempai. "Hei kuda! ikut denganku. kau dipanggil raja hutan!" seru sang anjing. "Kuda? aku bukan kuda" seru hewan itu. "Jangan banyak omong, dasar malas! ikut denganku menemui sang raja!" seru anjing sambil menarik paksa si hewan untuk ikut dengannya.
Sampailah keduanya dihadapan sang Singa. "Paduka, ini si kuda yang engkau cari" seru sang anjing yakin. Melihat itu, seluruh hewan tertawa terbahak-bahak. "hahahhaha..." "Kuda?" hahaha... "Itukan kucing..." "hahahaha..." seru hewan-hewan lainnya. Mendengar itu anjing terlihat marah dan wajahnya merah padam menahan marah "AARRRRGGGHHHHH....". "Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau engkau kucing!" seru anjing pada kucing. Kucing membela diri "aku kan mau bilang tadi kalau aku ini kucing bukan kuda". Melihat itu hewan-hewan lain tertawa terbahak-bahak. Anjingpun semakin marah. Ia merasa dipermainkan oleh kucing.
"Nah, anak-anak... sejak itulah kucing dan anjing menjadi musuh yang sampai sekarang belum bermaaf-maafan.." ucap sang guru...
hehe...itu cerita teman saya.. "Ada-ada saja...hehehe..:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar